Kita menjadi alasan satu sama lain
Mengalah untuk saling memenangkan
“Aku gapapa, asal kamu baik-baik saja”
“Aku datang, hanya karena kehadiranmu”
Di sela waktu, kita mengupayakan temu
Membuka hati masing-masing
Menghabiskan kata-kata
Memenangkan dunia
Nyatanya
Kasihan kamu; tidak punya tempat penerimaan, kalah di semua ruang kehidupan.
Selalu dimakan kata yang bunyinya;
“Itu karena belum terbiasa aja, toh kehidupan juga akan terus berjalan”
Padahal
Kita saling menghawatirkan,
Mengacuhkan remuk hancur di dalam dada masing-masing. Gaduh sekali.
Kita hanya orang bebal yang senang mengalah.
Kita tak punya bakat jadi pemenang atas keinginan kita sendiri.
Kita sebenarnya bisa saja saling mengisi
Memeluk satu sama lain
Memberi dan mengasihi
Tapi kita sangat kerdil untuk benar-benar melakukan keinginan kita.
Akhirnya
“Aku tuh kalo marah begini; memeluk diri sendiri”
Jax 255-26