Kios Ojo Keos
“Revan Open Mic nanti tanggal 5 Jun 2026 di Kios Ojo Keos (KSK)”
Masukan ke agenda ANAMBUL (Angenda Main Bulanan Penalis)
Bagaimana agar bisa masuk ke anambul? ya japri aja admin penalis di instagram.
Kalau mau ikutan main? Tinggal janjian aja saat tiba waktu main yang sudah dijadwalkan.
Teman-teman penalis gemar melakukan kesukaan dalam waktu-waktu sempit dan terbatas. Terasa bagai sebuah pencapaian kepuasan hati yang besar, bertemu teman-teman baru dan membersamai orang-orang yang selalu mendukungmu.
Perjalanan dari Tebet ke KSK kira-kira 45 menit pakai kendaraan roda dua, punggung jalan Otista sampai Kuningan Mampang terlihat sangat sexi sampai depan gerbang ruko KSK.
Saat aku membuka pintu tertulis di gagangnya “kami mengecam pelaku penyiram air keras Andree Kontras”
KSK untukku adalah ruang aman membaca puisi pinggir jurang untuk Negera yang rasanya tidak baik-baik saja.
“Mas Open mic ya?” Spin aja mas untuk dapat urutan tampil”
Niat hati ingin nonton Revan, malah dapat urutan open mic nomor dua, iya nomor dua setelah Tama pria flamboyan yang penuh kasih sayang pada semua teman; namanya Wahyutama, setiap beres main dengan Tama hampir pasti selalu ada kalimat penuh kehangatan; “Guys, udah pada sampai rumah belum?”
Pada kesempatan open mic di KSK aku membacakan dua puisiku yang berjudul “Rezim ke Delapan dan Mata Andree”
Mixer 12 channel, piano dan sound yang proper membuat setiap bait puisi yang kubacakan terasa sampai pada pintu-pintu kemarahan teman-teman literasi yang datang. Marah sama siapa? Sama Negara. Pesanku tersampaikan dan seperti masuk hingga ke palung hati paling kesal.
Berdiri di mimbar KSK mengingatkanku pada suasana Kopi Made Buaran saat aku membacakan puisi beberapa tahun lalu. Hangat, padat dan penuh cinta.
Suara yang sampai ke telingaku juga sangat terdengar jelas. Masuk ke telinga tertambat di hati. Menurutku Penyanyi, Orator, Pemuisi akan puas berdiri di sana. Ruangannya sangat hening, membuat semua orang fokus mendengarkan karya yang sedang terbang. Tidak ada asik ngobrol sendiri. Sangat hikmat.
Bersama teman-teman penalis yang gemar berkumpul, menulis dan berbahagia serta hatiku yang saat itu juga penuh dengan cinta, Anambul kali ini jadi semakin terasa hura-hara.