Dilahirkan dari pengetahuan yang berdarah
Ditempa dengan timah panas dan laras panjang
Disekap benua, diikat samudera
Dikunkung langit, dipasak bumi, dipancung oligarki
Dari rahim para pejuang, Ia makan tetesan luka
Dalam tubuh sang pencari, ia menempuh jalan sunyi
Dihajar gelombang reformasi, dimakan ombak demokrasi
Dari cerita Tan Malaka
Menjelajah belahan dunia, melahirkan Madilog, Menemukan bung Karno
Sampai nama Fufu Fafa
Berselanjar dalam lendir, Otaknya goblok karena selangkangan di situs porno.
Setiap Rezim, diwarnai dengan satu kepastian
Satu kami berjuang untuk Merdeka
Dua kami hilang karena di kiri
Tiga kami makan kue keranjang
Empat aku kaya karena rupiah
Lima kumelihat ada wanita
Enam aku tak berkembang
Tujuh aku lewat jalan tol
Delapan aku hanya tak habis pikir
Aku heran, Muak, Malu, Khawatir semua benar-benar mengabiskan harapan
Untuk mengenang para pahwalan, aku mengheningkan cipta
Untuk melawan kehidupan, aku berjuang dengan cinta dan senggama
Untuk menatap rezim kedelapan, aku tak tahu harus bagaimana
Aku tak melihat peperangan, tapi kudengar kabar kematian
Aku tak melihat penjajahan, tapi ada yang tak bisa berhitung dan membaca
Aku tak melihat kemiskinan, tapi banyak kesusahan dan kelaparan
Seketika mataku dibasah air mata
Aku bacakan
Pajak Dinaiki, Liga Korupsi, Kabinet Bengkak
Staff Khusus dari masyarakat umum, Penyanyi jadi Juru Film, Efisiensi bikin hilang gaji
Inflasi disuruh jangan berjudi, RUU TNI disuruh baca lagi
Kepala babi untuk redaktur. Hancur
Aku sampaikan
Indonesia Gelap Pak! ”Kau yang Gelap”
Cabai Mahal pak! “Jangan makan pedas”
Ormas bikin resah minta THR pak! “Itu budaya”
Redaksi di terror bangkai babi pak! “dimasak aja”
Heeeeiiii! Kami akan demo jika tidak didengar “Kenapa musti demo, kan diskusi lebih baik”
Ahhhhhhh. Haha haha
Aku Ingatkan
Rendra dalam sajak:
Aku percaya pada dongeng aneka ragam
Aku percaya pada benua Atlantis.
Dan juga percaya bahwa hidup di bulan
lebih baik dari hidup di bumi.
Pada politik aku tak percaya.
Wiji Tukul dalam sajak:
Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
dituduh subversif dan mengganggu keamanan
maka hanya ada satu kata: lawan!
Aku Akhiri
Aku hilang misalnya saja,
Hidupkanlah kata-kata,
Berikan pertanda
NKRI masih harga mati
Jagalah ibu pertiwi.
Jaxson- 2025