Membaca tanpa lupa dan menulis tanpa jeda
Seperti sebuah rumah yang jalannya sudah kau hafal
Meski pulang bukan satu-satunya pilihan, kau akan terus kembali, dan kembali lagi
Waktu adalah media yang kau gunakan untuk merajut kisah,
dan cerita bisa menjadi kehidupan karena kau mengamalkan, merawat, dan menjaganya.
Dalam realitas yang sama, kita memiliki kehidupan yang berbeda.
Salah satu yang membuatnya berbeda adalah kisah.
Kisahmu mungkin tidak menjadi hidupku,
walau memang ada saja rasa seperdukaan yang kebetulan.
Sebuah kebetulan tak semata-mata terjadi tanpa sebab.
Kita gemar menyusun rangkaian kebetulan untuk berkelakar di perjalanan hidup bukan?
Salah satu yang menyelamatkanku adalah membaca.
Sekian banyak yang menemaniku adalah menulis.
Tidak berhenti membaca sampai mataku memerah.
Menulis tanpa jeda hingga jariku bernanah.