Punggungku yang Kerdil

Aroma keteduhan yang terpancar dari setiap gerakmu. Menyeka wangi sedapnya kuah bihun dan hangatnya malam bagian rindu

Kenapa jantungku begitu deras, sangat debar dan hingar. Meyibukan dada.

1 kali, aku mampu bertahan. Menyeka malam itu, menjadikannya  malam-malam ramai yang biasanya ada.

2 kali, aku tak terselamatkan. Tanpa kusadari pandanganku jatuh berkali-kali padamu.

3 kali, aku dihabisi.

4 kali

Ketika matamu membaca, kepalaku mengeja. Saat suaramu memanggil, bahuku sangat kerdil di kungkung keadaan dan kesepian.

Pertemuan kita bukan sebatas angka, karena semestamu di mataku adalah 1.3.4 dan 5. (Gak ada duanya)

Sungguh

Rasa ini sangat asing, meredakan kepalaku yang selama ini sangat bising.

Jax

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *