Hai sahabat..
Kali ini Jax mau curhat tentang trip ke Pulau tunda.
Pulau tunda itu pasti pemalas banget ya, suka nunda-nunda gitu *tear* (Jayus) haha
Pulau tunda adalah gugusan kepulauan seribu. Masih sepi, jarang penghuni, asri, apik, pasirnya asik!
Nah untuk trip kali ini, Jax ditemani sama rekan kerja, gethering lucu gitu deh..
Pukul 06.00 pagi, kami sudah berkumpul-lucu di taman sekitaran kantor. Cuaca yang sangat cerah menambah gairah kami untuk berpantai santai di dermaga paling biru pulau Tunda Kep. Seribu. Sudah terbayang karang-karang menawan di benak pikiran kami masing-masing.
Tiba saatnya pak manager gaol selaku koordinator acara memberikan arahan sebelum keberangkatan kami. Setelah berdoa rasanya tak sabar menghentak pedal gas mobil menuju pelabuhan Karangantu.
Kok namanya serem gitu ya?
“Karangantu”
Hmmmm..
Ternyata pelabuhan Karangantu sudah ada sejak zaman kesultanan Banten. Karangantu dulu merupakan pelabuhan yang ramai di daerah Banten, Karangantu merupakan pintu masuk kapal-kapal menuju daerah Banten.
Nah kali ini Karangantu menjadi awal tempat keberangkatan kami menuju pulau Tunda
Sabtu pagi, nyanyi-nyanyi, pakai baju aduhai, kacamata hitam santai, bersiap menuju pantai…
Dari pelabuhan Karangantu perjalanan dimulai dengan naik perahu tanggung kapasitas 30-50 orang. Biaya sewanya sekitaran 1.5jt kata abang-abang kaptennya. Itu udah pulang pergi sekaligus nganter snorkling.
Biar lebih ekonomis sih baiknya berangkat ramai-ramai, kayak trip ini sekitar 25 orang yang mantai~
Kira-kira 3 jam di atas kapal, kami sampai deh di Pulau tunda.
Sesampainya disana kami langsung menuju ke homestay, ada welcome drink gitu dehh..
Makan siang, kemudian bersiap snorkling!
Oiya biaya homestay kisaran 1juta dan makan 1x = 15ribu.
Alat snorklingnya sewa 35 ribu. Itu sudah lengkap dipakai untuk satu hari.
Oiya sebelum snorkling jangan lupa pakai penghalang matahari, biar ndak keling. Haha
Baiknya pakai baju panjang, menghindari kontak alergi dengan makhluk laut, juga karang api yang bisa bikin kulit merah terbakar.
Baiklah setelah semuanya lengkap kami sedikit berjalan keluar pulau, menuju dermaga. Kalau diperhatikan pulau Tunda memang bisa dikatakan sepi.
Kami coba tanya-tanya penduduk sekitar, ternyata untuk pangan juga mereka harus stok gitu untuk beberapa hari.
Tanahpun masih murah, masa ada yang semeter perseginya 15ribu!!
Alamak. Seharga satu porsi pecel ayam di kota-kota besar sahabat…
Langsung saja ya, snorkeling!!!
Pokoknya hukum snorkeling cuma satu yang paling haram. Jangan pegan-pegang karang ya!
Jangan kasih makan-makanan, itu dapat mengotori lingkungan hidup makhluk sekitar laut.
Puas main air, kami kembali ke homestay,
Bilasan, kemudian makan malam, biasalah kalau di kantor pada jaim, kalau lagi vakansi mah liar semua. Hahaha
Akhir nih gaes; Ke pantai itu untuk santai, menyelam membuat kami tahu susahnya napas kalau ndak ada oksigen.
So bersyukurlah!
18 Feb 16

