Di jantung rimba yang pernah hijau seperti doa,berdiri bayang-bayang raksasa hitam dan gelapmenjejak tanah dengan langkah dangkal dan diam-diam.bukan angin,
Kita sama saling menjaga mengorbankan keinginan, menunggu saling hilang Berkali kucoba senyap, teryata putangMerasa memiliki, ternyata elegiGawat! ini terjerat, seperti