
Puisi
Hingga Jariku Bernanah
Membaca tanpa lupa dan menulis tanpa jedaSeperti sebuah rumah yang jalannya sudah kau hafal Meski pulang bukan satu-satunya pilihan, kau

Membaca tanpa lupa dan menulis tanpa jedaSeperti sebuah rumah yang jalannya sudah kau hafal Meski pulang bukan satu-satunya pilihan, kau

Kita perlu fokus pada hari iniMelangkah dari penyesalan waktuMenjauhi bayang ambisi Pastikan saja semua terkonversiMenjadi rasa bahagia, tak apa sementaraKata

Kamu adalah Minggu, hari yang selalu ku tunggu dengan banyak rencana dan upaya Pagi hari aku akan menggugahmu dari mimpi

Senja sejuta rona nampak mendung dari sisi bahu jalan Langit di Bulakapal dan sekitarnya tidak sedang baik atau sedih Perjalanan

Di jantung rimba yang pernah hijau seperti doa,berdiri bayang-bayang raksasa hitam dan gelapmenjejak tanah dengan langkah dangkal dan diam-diam.bukan angin,